Pengadilan New Mexico jatuhkan denda US$25 miliar kepada Meta

24 October 2026 · Oleh admin

Ilustrasi editorial palu hakim dan jaringan data untuk perkara privasi teknologi

SANTA FE, NALAWARTA — Pengadilan di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, memerintahkan Meta membayar denda perdata sebesar 25 miliar dolar AS dalam perkara yang berakar pada skandal Cambridge Analytica. Nilai tersebut setara sekitar Rp451 triliun dengan kurs yang digunakan sejumlah laporan di Indonesia, tetapi angka rupiah dapat berubah mengikuti nilai tukar.

Putusan itu menyangkut Facebook, platform yang kini berada di bawah perusahaan induk Meta. Karena Meta juga memiliki Instagram dan WhatsApp, pemberitaan di Indonesia kerap menyebut perusahaan itu sebagai pemilik ketiga layanan tersebut. Namun, perkara New Mexico ini berfokus pada tuduhan terkait praktik Facebook dan penanganan data pengguna, bukan putusan khusus atas layanan Instagram atau WhatsApp.

Juri menemukan puluhan juta pelanggaran

Departemen Kehakiman New Mexico menyatakan juri sebelumnya menemukan 43.899.725 pelanggaran terhadap Undang-Undang Praktik Tidak Adil negara bagian tersebut. Temuan itu muncul setelah persidangan menilai pernyataan dan praktik Facebook mengenai privasi pengguna, akses pihak ketiga terhadap informasi pribadi, serta penanganan konten berbahaya.

Hakim kemudian menetapkan konsekuensi finansialnya menjadi 25 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih rendah daripada perhitungan maksimum berdasarkan jumlah pelanggaran, tetapi tetap termasuk salah satu sanksi finansial terbesar yang pernah dijatuhkan terhadap perusahaan teknologi dalam perkara perlindungan konsumen di tingkat negara bagian AS.

Berkaitan dengan Cambridge Analytica

Kasus ini berangkat dari skandal Cambridge Analytica yang menjadi perhatian global pada 2018. Firma konsultan politik tersebut diketahui memperoleh data dari puluhan juta profil Facebook melalui aplikasi kuis pihak ketiga. Data itu kemudian dikaitkan dengan praktik penargetan politik pada musim pemilihan umum Amerika Serikat 2016.

Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menyatakan perkara tersebut menyangkut akuntabilitas perusahaan atas informasi yang diberikan kepada konsumen tentang data pribadi mereka. Negara bagian itu memilih melanjutkan perkara secara mandiri, alih-alih menyelesaikan klaimnya melalui penyelesaian multinegara.

Meta akan mengajukan banding

Putusan ini belum berarti dana telah diterima New Mexico. Meta menyatakan tidak setuju dengan putusan tersebut dan yakin dapat menang dalam proses banding. Associated Press melaporkan proses banding dapat memakan waktu, sementara bunga atas penalti tetap dapat berjalan sesuai ketentuan putusan.

Bagi pengguna layanan digital, perkara ini menegaskan pentingnya memahami izin aplikasi, pengaturan privasi, dan jenis data yang dibagikan kepada layanan pihak ketiga. Namun, pembaruan keamanan akun tetap perlu merujuk pada pengaturan resmi masing-masing platform, bukan pada klaim atau tautan yang tidak dapat diverifikasi.

Denda besar bukan akhir perkara

Besaran denda sering menjadi sorotan utama, tetapi proses hukum masih menentukan hasil akhirnya. Banding dapat mempersoalkan dasar tanggung jawab, jumlah pelanggaran, atau besaran sanksi. Karena itu, pembaca perlu membedakan antara putusan pengadilan saat ini, rencana banding perusahaan, dan pembayaran yang benar-benar telah dilakukan.

Sumber

New Mexico Department of Justice, Associated Press, dan CNBC Indonesia.

Leave a Comment