Bagi pelancong yang pernah menjejakkan kaki di kota Osaka, Jepang, berpose dengan satu kaki terangkat di atas Jembatan Ebisubashi berlatar papan reklame Glico Running Man adalah ritual wisata yang wajib. Namun, tampilan visual papan reklame legendaris yang membentang di tepi kanal Dotonbori tersebut akan segera berganti wajah setelah menghibur jutaan pengunjung selama lebih dari sepuluh tahun.
Akhir Era Generasi Keenam
Perusahaan produsen makanan ringan Ezaki Glico secara resmi mengumumkan bahwa instalasi Running Man generasi keenam yang saat ini terpasang akan dinonaktifkan setelah 30 November 2026. Sejak pertama kali dipasang pada Oktober 2014, panel generasi keenam ini merupakan versi pertama yang memanfaatkan teknologi 140.000 lampu LED hemat energi untuk menampilkan berbagai latar animasi landmark terkenal Jepang di belakang sosok pelari.
Perwakilan manajemen Ezaki Glico, Yoriko Miki, mengonfirmasi bahwa pekerjaan renovasi struktur fisik akan dimulai pada Desember mendatang. Pihak perusahaan sengaja menutup tampilan selama proses pemugaran sebelum meluncurkan instalasi generasi ketujuh secara megah pada musim semi 2027 mendatang.
Sejarah Panjang Maskot Pelari Sejak 1935
Papan reklame pelari berkostum putih merah ini bukan sekadar media promosi biskuit karamel, melainkan monumen sejarah hidup kawasan Dotonbori. Versi pertamanya dibangun pada 1935 dengan tinggi 33 meter dan langsung menyita perhatian publik Osaka pada masa pra-Perang Dunia II.
Sepanjang perjalanannya, desain Running Man terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi pencahayaan, mulai dari lampu neon klasik berbentuk menara hingga transisi ke panel LED dinamis. Menariknya, pose atletik sang pelari yang melewati garis pita kemenangan tidak pernah diubah karena melambangkan filosofi kesehatan dan kegigihan yang diusung oleh pendiri Glico.
Daya Tarik Terakhir Jelang Renovasi Fisik
Kabar mengenai jadwal pergantian desain ini memicu lonjakan kunjungan wisatawan di kawasan pusat kuliner Minami. Menjelang malam hari, ratusan turis dari berbagai negara rela mengantre di titian Jembatan Ebisubashi untuk mengambil potret kenangan terakhir bersama latar generasi keenam.
Bagi wisatawan Indonesia yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah Kansai dalam beberapa pekan ke depan, bulan November menjadi batas waktu terakhir sebelum papan reklame ditutup tirai konstruksi. Sementara bagi penggemar wisata perkotaan, perubahan ini patut dinanti sebagai babak baru evolusi lanskap visual kota Osaka di era modern.
Kawasan Dotonbori dan distrik perbelanjaan Shinsaibashi menyumbang porsi signifikan terhadap perputaran ekonomi pariwisata prefektur Osaka. Sebelum era LED dimulai pada 2014, generasi kelima Running Man menggunakan 4.460 tabung lampu neon yang menyala sepanjang malam sejak 1998. Renovasi berkala setiap satu dekade ini merupakan komitmen Ezaki Glico dalam menjaga relevansi visual kota tanpa menghilangkan nilai historis yang telah melekat di hati masyarakat Jepang.
Rujukan resmi: Warta Wisata & Budaya SoraNews24 / Liputan6 (20/10/2026).
